IMPLEMENTASI MATEMATIKA DALAM MEMBENTUK AKHLAQUL KARIMAH

Matematika menurut bahasa berasal dari Bahasa Yunani “mathematikos” yang memiliki arti hal-hal yang dipelajari (Sakir: 2009). Matematika mempelajari ilmu-ilmu yang diterapkan alam sehar-hari baik yang dasar maupun Tingkat tinggi. Seperti matematika dasar penjumlahan dan pengurangan yang digunakan dalam jual beli contohnya, atau perkiraan jarak sebuah kapal dari dergama setelah berlayar sejauh  dan berbelok  dan berhenti di titik T yang dapat dihitung menggunakan teori trigonometri.

             Matematika banyak digunakan dalam kehidupan, seperti halnya dalam pembentukan akhlaqul karimah bisa menggunakan prinsip matetika. Missal, matematika memiliki prinsip hemat karena setiap simbolnya memiliki arti yang dapat mewakili kata, contoh : “ merupakan anggota bilangan real” dapt ditulis dengan .

            Selain itu, matematika juga memiliki prinsip teliti dan sabar atau tidak grasa grusu karena menghitung matematika tidak teliti bisa menghasilkan hasil yang tidak seharusnya, missal mengerjakan dimensi tiga untuk menentukan jarak suatu titik/garis/bidang terhadap titik/garis/bidang tertentu perlu ketelitian dan kesabaran untuk menentukan langkah yang dapat diambil. Jika tidak teliti, ada 2 kemungkinan yaitu cara hitung yang panjang dan ruwet tapi benar atau cara hitung panjang ruwet lalu salah, akan sangat merugikan jika sudah dihitung tapi malah salah dan juga akan merusak mood saat mengilustrasikan gambar yang rumit. Kesabaran pun sangat dibutuhkan karna harus mencoba mengilustrasikan hingga menemukan yang dirasa tepat.

            Ada banyak implementasi matematika dalam kehidupan seperti halnya dalam pembentukan akhalaqul karimah selain hemat, teliti dan sabar namun tidak kita sadari. Yang kita pahami selama ini adlaah matematika itu ilmu pasti dan rumit. Matematika memang ilmu pasti dan bisa dikatan rumit tinggal bagaimana kita menakhlukannya, matematika itu bukan ilmu untuk dihafal melainkan untuk pahami. Dalam kehidupan kita berinterkasi dengan seseorang itu pasti tinggal bagaimana kita menyikapi sifat/karakter seseorang bukan untuk dihapal melainkan untuk dipahami.

            Pesan yang dapat penulis sampaikan “jadikan kesabaran seperti integral yang anti terhadap turunan, egomu seperti turunan, hematmu seperti modus”. Wallahu a’lam bishshowwab

Penulis : Ustadzah Srimin Dwi Marcelani, S.Pd (Guru Matematika SMAIT Al Uswah Tuban)

Berita Terbaru
Share Artikel
Scroll to Top